Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan sedikit pengetahuan mengenai statistika khususnya dalam pengolahan tes hasil belajar. oke tidak perlu panjang lebar lagi langsung adja.
Pemeriksaan dan Pengolahan Tes Hasil Belajar
A. Cara memeriksa tes hasil belajar tergantung dari jenis tes yang akan di periksa.
1. Dengan cara manual
Dilakukan dengan menghitung atau mencocokan jawaban dengan kunci jawaban. Biasanya mencocokan jawaban yang benar. cara ini dapat juga dipakai dengan melobangkan kunci jawaban atau mengguakan kertas transparan.
Rumus penskorannya adalah sebagai berikut:
Keterangan: Isian melengkapi jawaban singkat: A = ∑B
2. Dengan menggunakan komputer/ mesin pemeriksaan
Cara pemeriksaan ini dengan menggunakan komputer. Oleh karena itu dalam mengerjakan soal menggunakan peralatan tertentu, misalnya menggunakan jenis pensil 2B. Ini bisa dilakukan untuk memeriksa ujian nasional atau seleksi masuk perguruan tinggi.
B. Mengolah tes hasil belajar
Untuk memeriksa tes uraian atau esay ada beberapa cara yang dilakukan antara lain:
1. Cara tradisional
Dengan jumlah skor dibagi banyaknya butir soal. Misalkan ada 10 butir soal dengan cara pengolahannya adalah sebagai berikut:
10x10= 100 100:10=10
Jadi nilainya adalah 10. Ataukah misalnya misalkan ada 10 butir soal dan siswa yang menjawab benar 8, berarti
80:10=8.
2. Cara statistik
a. Pengolahan data tunggal
Pengolahan ini dilakukan menggunakan tabel distrubusi frekuensi tunggal, di karenakan datanya yang sedikit.
Misalkan kita ambil contoh:
Data yang diperoleh: 2, 9, 8, 3, 6, 4, 5, 7 dan 10
1) Masukkan dalam tabel berikut:
No.
|
X
|
Tally
|
f
|
fx
|
x
|
fx
|
fx2
|
∑X
|
N=
|
∑fx2
|
Keterangan:
2) Hitung mean
3) Hitung standar deviasi
4) Mengkonversi skor mentah kedalam nilai jadi berskala 10 dengan menggunakan rumus konversi:
10 = M + 2,25 x SD 5 = M - 0,25 x SD
9 = M + 1,75 x SD 4 = M - 0,75 x SD
8 = M + 1,25 x SD 3 = M - 1,25 x SD
7 = M + 0,75 x SD 2 = M - 1,75 x SD
6 = M + 0,25 x SD 1 = M - 2,25 x SD
5) Jabarkan skor mentah kedalam nilai berskala 10
6) Hitung beberapa orang yang mendapat nilai 10, 9,........ dst.
7) Sajikan data tersebut dalam bentuk grafik polygon dan histogram.
2. Pengolahan data bergolong
Pengolahan ini menggunakan tabel distribusi frekuensi bergolong, karena datanya banyak.
Contoh:
Data yang diperoleh
55, 43, 39, 38, 37, 35, 34, 32, 52, 43, 40, 37, 36, 35, 34, 30, 49, 43, 40, 37
36, 35, 34, 28, 48, 42, 40, 37, 35, 34, 33, 21, 46, 39, 38, 37, 36, 34, 32, 22
Langkah Penyelesaian:
1) Tentukan skor tertinggi (Xtr)
2) Hitung rentang angka (Ra)
Ra = Xa - Xtr
3) Tentukan interval (i): angka ganjil
1, 3, 5, 7,...... dst
4) Tentukan kelompok skor (C.i)
5) Masukkan skor atau data dalam tabel distribusi frekuensi bergolong
No.
|
Ci
|
Tally
|
f
|
fx
|
Ci
|
f.d
|
f.d2
|
N=
|
∑fd
|
∑fd2
|
6) Menghitung mean (M)
7) Menghitung standar deviasi (SB):
8) Mengkonversi skor mentah kedalam nilai jadi berskala 10 dengan menggunakan rumus konversi.
10 =
9 = + 0,50
8 =
7 =
6 = M + 0, 25 x SD à
Equivalen dengan nilai 6
5 =
4 =
3 = +
0,50
2 =
1 =
9) Menjabarkan skor mentah menjadi nilai jadi 1 - 10.
10) Menentukan berapa orang siswa yang mendapat nilai 10, 9, 8,......... dst
11) Menyajikan data tesebut dalam bentuk grafik polygon dan histogram.








